|
||||||||
|
|
#1 |
|
kaskus addict
UserID: 907931
Join Date: May 2009
Location: BIntaro
Posts: 1,246
![]() |
Leukemia
Sahabat kaskus sekalian, gw mw share nih,
gw punya teman yang kena leukimia namanya Rial, umur 20 th, dia dirawat di RS. Dr Suyoto, Jln Veteran Bintaro. sekarang kondisinya memprihatinakan bgt, ada diruang ICU nafas pake alat bantu pernafasan karana paru2nya sebelah udah gak berfungsi. gw cuma minta informasi dari sahabat kaskus sekalian, baik itu pengobatan ataupun apapun.... terimakasih |
|
|
|
|
#2 |
|
kaskus addict
UserID: 995555
Join Date: Jul 2009
Posts: 3,868
![]() |
Penanganan kasus penyakit Leukemia biasanya dimulai dari gejala yang muncul, seperti anemia, perdarahan dan infeksi. Secara garis besar penanganan dan pengobatan Leukemia bisa dilakukan dengan cara single ataupun gabungan dari beberapa metode dibawah ini:
1. Chemotherapy/intrathecal medications 2. Therapy Radiasi. Metode ini sangat jarang sekali digunakan 3. Transplantasi bone marrow (sumsum tulang) 4. Pemberian obat-obatan tablet dan suntik 5. Transfusi sel darah merah atau platelet. Sistem Therapi yang sering digunakan dalam menangani penderita leukemia adalah kombinasi antara Chemotherapy (kemoterapi) dan pemberian obat-obatan yang berfokus pada pemberhentian produksi sel darah putih yang abnormal dalam bone marrow. Moga2 berguna... |
|
|
|
|
#3 | |
|
kaskus addict
UserID: 907931
Join Date: May 2009
Location: BIntaro
Posts: 1,246
![]() |
Quote:
|
|
|
|
| Sponsored Links |
|
|
#4 |
|
kaskus addict
UserID: 698276
Join Date: Feb 2009
Location: Kugnae Barat
Posts: 2,175
![]() |
TS gw ada sih Artikell tp lupa taro dimanah.. nanti kalo ketemu.. gw post/pm TS yah... mudah2an aja bisa bantu... & semoga temen lu cepet sembuh yahh...
|
|
|
|
|
#5 |
|
kaskus addict
UserID: 907931
Join Date: May 2009
Location: BIntaro
Posts: 1,246
![]() |
Thanx bro, ditunggu informasix
|
|
|
|
|
#6 |
|
kaskuser
UserID: 392570
Join Date: Jan 2008
Posts: 339
![]() |
wah di forum sebelah jg ad yg kena leukimia juga
jgn2 lagi ngetrend setelah H1N1.. ![]() gw copas dari postingan gw di sana aja yah Penyakit Leukemia (Kanker Darah) Leukemia (kanker darah) adalah jenis penyakit kanker yang menyerang sel-sel darah putih yang diproduksi oleh sumsum tulang (bone marrow). Sumsum tulang atau bone marrow ini dalam tubuh manusia memproduksi tiga type sel darah diantaranya sel darah putih (berfungsi sebagai daya tahan tubuh melawan infeksi), sel darah merah (berfungsi membawa oxygen kedalam tubuh) dan platelet (bagian kecil sel darah yang membantu proses pembekuan darah). Leukemia umumnya muncul pada diri seseorang sejak dimasa kecilnya, Sumsum tulang tanpa diketahui dengan jelas penyebabnya telah memproduksi sel darah putih yang berkembang tidak normal atau abnormal. Normalnya, sel darah putih me-reproduksi ulang bila tubuh memerlukannya atau ada tempat bagi sel darah itu sendiri. Tubuh manusia akan memberikan tanda/signal secara teratur kapankah sel darah diharapkan be-reproduksi kembali. Pada kasus Leukemia (kanker darah), sel darah putih tidak merespon kepada tanda/signal yang diberikan. Akhirnya produksi yang berlebihan tidak terkontrol (abnormal) akan keluar dari sumsum tulang dan dapat ditemukan di dalam darah perifer atau darah tepi. Jumlah sel darah putih yang abnormal ini bila berlebihan dapat mengganggu fungsi normal sel lainnya, Seseorang dengan kondisi seperti ini (Leukemia) akan menunjukkan beberapa gejala seperti; mudah terkena penyakit infeksi, anemia dan perdarahan. Penyakit Leukemia Akut dan Kronis Leukemia akut ditandai dengan suatu perjalanan penyakit yang sangat cepat, mematikan, dan memburuk. Apabila hal ini tidak segera diobati, maka dapat menyebabkan kematian dalam hitungan minggu hingga hari. Sedangkan leukemia kronis memiliki perjalanan penyakit yang tidak begitu cepat sehingga memiliki harapan hidup yang lebih lama, hingga lebih dari 1 tahun. Leukemia diklasifikasikan berdasarkan jenis sel Ketika pada pemeriksaan diketahui bahwa leukemia mempengaruhi limfosit atau sel limfoid, maka disebut leukemia limfositik. Sedangkan leukemia yang mempengaruhi sel mieloid seperti neutrofil, basofil, dan eosinofil, disebut leukemia mielositik. Dari klasifikasi ini, maka Leukemia dibagi menjadi empat type sebutan; 1. Leukemia limfositik akut (LLA). Merupakan tipe leukemia paling sering terjadi pada anak-anak. Penyakit ini juga terdapat pada dewasa yang terutama telah berumur 65 tahun atau lebih. 2. Leukemia mielositik akut (LMA). Ini lebih sering terjadi pada dewasa daripada anak-anak. Tipe ini dahulunya disebut leukemia nonlimfositik akut. 3. Leukemia limfositik kronis (LLK). Hal ini sering diderita oleh orang dewasa yang berumur lebih dari 55 tahun. Kadang-kadang juga diderita oleh dewasa muda, dan hampir tidak ada pada anak-anak. 4. Leukemia mielositik kronis (LMK) sering terjadi pada orang dewasa. Dapat juga terjadi pada anak-anak, namun sangat sedikit. Penyebab Penyakit Leukemia Sampai saat ini penyebab penyakit leukemia belum diketahui secara pasti, akan tetapi ada beberapa faktor yang diduga mempengaruhi frekuensi terjadinya leukemia. 1. Radiasi. Hal ini ditunjang dengan beberapa laporan dari beberapa riset yang menangani kasus Leukemia bahwa Para pegawai radiologi lebih sering menderita leukemia, Penerita dengan radioterapi lebih sering menderita leukemia, Leukemia ditemukan pada korban hidup kejadian bom atom Hiroshima dan Nagasaki, Jepang. 2. Leukemogenik. Beberapa zat kimia dilaporkan telah diidentifikasi dapat mempengaruhi frekuensi leukemia, misalnya racun lingkungan seperti benzena, bahan kimia inustri seperti insektisida, obat-obatan yang digunakan untuk kemoterapi. 3. Herediter. Penderita Down Syndrom memiliki insidensi leukemia akut 20 kali lebih besar dari orang normal. 4. Virus. Beberapa jenis virus dapat menyebabkan leukemia, seperti retrovirus, virus leukemia feline, HTLV-1 pada dewasa. Tanda dan Gejala Penyakit Leukemia Gejala Leukemia yang ditimbulkan umumnya berbeda diantara penderita, namun demikian secara umum dapat digambarkan sebagai berikut: 1. Anemia. Penderita akan menampakkan cepat lelah, pucat dan bernafas cepat (sel darah merah dibawah normal menyebabkan oxygen dalam tubuh kurang, akibatnya penderita bernafas cepat sebagai kompensasi pemenuhan kekurangan oxygen dalam tubuh). 2. Perdarahan. Ketika Platelet (sel pembeku darah) tidak terproduksi dengan wajar karena didominasi oleh sel darah putih, maka penderita akan mengalami perdarahan dijaringan kulit (banyaknya jentik merah lebar/kecil dijaringan kulit). 3. Terserang Infeksi. Sel darah putih berperan sebagai pelindung daya tahan tubuh, terutama melawan penyakit infeksi. Pada Penderita Leukemia, sel darah putih yang diterbentuk adalah tidak normal (abnormal) sehingga tidak berfungsi semestinya. Akibatnya tubuh si penderita rentan terkena infeksi virus/bakteri, bahkan dengan sendirinya akan menampakkan keluhan adanya demam, keluar cairan putih dari hidung (meler) dan batuk. 4. Nyeri Tulang dan Persendian. Hal ini disebabkan sebagai akibat dari sumsum tulang (bone marrow) mendesak padat oleh sel darah putih. 5. Nyeri Perut. Nyeri perut juga merupakan salah satu indikasi gejala leukemia, dimana sel leukemia dapat terkumpul pada organ ginjal, hati dan empedu yang menyebabkan pembesaran pada organ-organ tubuh ini dan timbulah nyeri. Nyeri perut ini dapat berdampak hilangnya nafsu makan penderita leukemia. 6. Pembengkakan Kelenjar Lympa. Penderita kemungkinan besar mengalami pembengkakan pada kelenjar lympa, baik itu yang dibawah lengan, leher, dada dan lainnya. Kelenjar lympa bertugas menyaring darah, sel leukemia dapat terkumpul disini dan menyebabkan pembengkakan. 7. Kesulitan Bernafas (Dyspnea). Penderita mungkin menampakkan gejala kesulitan bernafas dan nyeri dada, apabila terjadi hal ini maka harus segera mendapatkan pertolongan medis. Diagnosa Penyakit Leukemia (Kanker Darah) Penyakit Leukemia dapat dipastikan dengan beberapa pemeriksaan, diantaranya adalah ; Biopsy, Pemeriksaan darah {complete blood count (CBC)}, CT or CAT scan, magnetic resonance imaging (MRI), X-ray, Ultrasound, Spinal tap/lumbar puncture. Penanganan dan Pengobatan Leukemia Penanganan kasus penyakit Leukemia biasanya dimulai dari gejala yang muncul, seperti anemia, perdarahan dan infeksi. Secara garis besar penanganan dan pengobatan Leukemia bisa dilakukan dengan cara single ataupun gabungan dari beberapa metode dibawah ini: 1. Chemotherapy/intrathecal medications 2. Therapy Radiasi. Metode ini sangat jarang sekali digunakan 3. Transplantasi bone marrow (sumsum tulang) 4. Pemberian obat-obatan tablet dan suntik 5. Transfusi sel darah merah atau platelet. Sistem Therapi yang sering digunakan dalam menangani penderita leukemia adalah kombinasi antara Chemotherapy (kemoterapi) dan pemberian obat-obatan yang berfokus pada pemberhentian produksi sel darah putih yang abnormal dalam bone marrow. Selanjutnya adalah penanganan terhadap beberapa gejala dan tanda yang telah ditampakkan oleh tubuh penderita dengan monitor yang komprehensive. Treatment for Leukaemia 1.Kemoterapi Pengobatan pertama untuk semua tipe leukimia biasanya adalah kemoterapi (perawatan dari penyakit atau penyakit dengan bahan kimia, misalnya dalam pengobatan kanker). Kemoterapi ini merupakan pengobatan yg cukup kuat untuk membunuh sel2 leukimia. Obat kemoterapi dapat diberikan dalam bentuk tablet atau disuntikkan langsung ke dalam veins (pembuluh darah atau IV). Kadang-kadang langsung disuntikkan ke dalam cairan di sekitar otak dan saraf tulang belakang, untuk memusnahkan semua sel yang ada di sistem saraf. Bagaimana anda menerima narkoba tergantung pada apakah Anda adalah leukemia kronis atau akut, dan apa tahap perawatan Anda di. Tahap pertama dari kemoterapi disebut induksi. Terdiri dari beberapa sesi masing-masing selama beberapa hari, dengan sisa waktu beberapa bulan di antara. Induksi merupakan periode intensif terapi biasanya mengelola dan membunuh sebagian besar sel-sel kanker Induksi biasanya diikuti oleh satu atau dua siklus perawatan lebih lanjut. Ini adalah intensifikasi atau tahap konsolidasi, dan bertujuan untuk meningkatkan kesempatan untuk menyembuhkan dengan terus-menerus memusnahkan sel leukemia. Dalam kedua induksi dan konsolidasi, obat kemoterapi biasanya disuntikkan langsung ke dalam pembuluh darah. Akhirnya, ada tahap pemeliharaan terapi. Hal ini kurang intensif dan diberi obat sebagai tablet. Hal ini dapat berlangsung selama dua tahun dan dirancang untuk membunuh semua sisa leukemia sel. Obat Steroid kadang-kadang diberikan bersamaan dengan kemoterapi, untuk membantu merusak sel leukemia. |
|
|
|
|
#7 |
|
kaskuser
UserID: 392570
Join Date: Jan 2008
Posts: 339
![]() |
2. Transplantasi tulang sumsum
tulang sumsum yang lembut, kenyal jaringan di pusat tulang yang memproduksi sel darah. tranplantasi tulang sumsumi juga digunakan untuk merawat leukemia. Dapat digunakan bersama dengan kemoterapi untuk sangat meningkatkan kesempatan pemulihan pasien. Memberikan pasien dengan set-pembentukan sel-sel induk yg baru (sel yang pada tahap awal pembangunan, sehingga mereka masih memiliki kemampuan untuk menjadi semua jenis sel di sel bodystem, disebut sebagai sel batang) yang dapat produk baru merah sehat dan sel-sel darah putih. Sebelum transplantasi dilakukan, tulang sumsum pasien yg tidak normal akan dihancurkan melalui radiasi tubuh secara total, dalam kombinasi dengan obat cyclophosphamide. Transplantasi sumsum tulang memerlukan donor yg cocok (sel yang kompatibel dengan pasien leukemia) untuk menyumbangkan beberapa batang sel mereka. Donor yg cocok dapat ditemukan di antara keluarga dekat seperti saudara-saudara, atau dapat dari donor yang tidak terkait. Dalam bentuk2 leukmia tertentu, bahkan memungkinkan untuk mengambiL sumsum dari orang, dengan memberikan sinar radiasi yg besar, dan kemudian diganti untuk membentuk sumsum yg baru. Transplantasi ini termasuk menghisap sumsum dari tulang panggul atau tulang dada dari pendonor dan menyuntikkannya ke pembuluh darah pasien. Darah yang membawa sel sumsum kepada penerima dari sumsum tulang, di mana mereka menetap dan mulai memproduksi sel baris baru (clones) Beberapa pengobatan untuk leukemia dapat memiliki efek pada kesuburan (kemampuan Anda untuk memiliki anak). Obat2 leukimia memiliki efek terhadap kesuburan yg lebih besar dibandingkan yg lain. radiasi sebelum transplantasi sumsum tulang yang kemungkinan besar menyebabkan ketidaksuburan, tetapi pasien yg dirawat dengan kemoterapi masih akan dapat memiliki keturunan. Jika Anda ingin memiliki anak-anak di masa depan, Anda harus membicarakan pilihan dengan konsultan rumah sakit sebelum perawatan, karena kadang2 memungkinkan untuk mengambil sperma/sel telur dan menyimpannya untuk keperluan masa depan. moga2 bisa bantu =) |
|
|
|
|
#8 |
|
kaskus addict
UserID: 907931
Join Date: May 2009
Location: BIntaro
Posts: 1,246
![]() |
Makasih y atas infonya semua....tp temen ane ud keburu meninggal, baru j plg dr melepas kepergiannya...
![]() |
|
|
|
|
#9 | |
|
aktivis kaskus
UserID: 942557
Join Date: Jun 2009
Location: jakarta
Posts: 529
![]() |
Quote:
Last edited by serawahyu; 27-08-2009 at 11:59 PM.. |
|
|
|
|
|
#10 | |
|
aktivis kaskus
UserID: 942557
Join Date: Jun 2009
Location: jakarta
Posts: 529
![]() |
Quote:
Last edited by serawahyu; 28-08-2009 at 12:01 AM.. |
|
|
|
|
|
#11 | |
|
aktivis kaskus
UserID: 942557
Join Date: Jun 2009
Location: jakarta
Posts: 529
![]() |
Quote:
- coba ikut program GIPAP di poly teratai u. dapat obat GLIVEC, bantuan pemerintah. (kalo beli bisa 1 jt per hari/ dosis sekali minum) nb : GLIVEC = obat unt menurunkan lekosit (sel darah putih) cepat normal yah lekositnya. http://sera-wahyu.blogspot.com |
|
|
|